www.cbramono.net

 
 
 
 
 

Akhir Tahun 2007 (3): Di (Dari) Blitar
31 December 2007, 08:28:21

Sampai di Blitar, tidak sempat mandi, hanya cuci muka ganti baju dan langsung ikut Misa Perkawinan Mbak Tanti dan Mas Krisna. Maklum semua buru-buru dan banyak orang jadi nggak sempat gantian bersih-bersih diri; padahal kami termasuk keluarga dekat yang harus segera hadir di gereja.

cbramono.net
..: Menunggu Romo

Misa sempat tertunda hampir 30 menit karena Romo yang memimpin misa sedang ada tamu. Dan karena selama menunggu Romo tidak ada yang memotret (hanya ada syuting video saja), maka saya pun (seperti biasa) langsung ambil alih memotret. Namun karena ada gejala yang saya rasa kurang enak dari pihak dokumentasi resmi yang sudah ditunjuk, maka saya pun membatasi ruang gerak memotret. BTW, hal itu mungkin saya (dan kami) rasa hanya datang dari tim syuting video saja. Begitu fotografer resmi datang dan bekenalan dengan saya (karena memang orangnya yang sangat bersahabat), beliau justru mempersilakan saya untuk membantu memotret.
Terimakasih Pak Pur.. seperti padi saja ya, semakin tua semakin merunduk ya Pak..

Memang ada beberapa hal yang saya amati terutama soal dokumentasi foto dan video; bidang yang paling sering saya geluti kalau ada acara-acara seperti ini.

Saya agak curiga, sepertinya tim video belum pernah syuting misa perkawinan (di Gereja) karena saya perhatikan masih sering kecolongan moment padahal ada sekitar 3 kamera video yang mereka bawa, ditambah lagi sepertinya tidak ada konsep yang dibangun sebelumnya. Sempat saya dengar kalau syuting mereka harus fix karena tidak ada cadangan kaset video. Nah lho.. bukannya dokumentasi selalu menyediakan stock shoot untuk kemudian di-edit sesuai dengan tema yang ingin dibangun..

cbramono.net
..: Sakramen Perkawinan

Berikut hal-hal yang sempat saya tangkap:

Pertama, lektor bacaan pertama (Mas Yayan) tidak direkam sejak awal. Padahal setahu saya, mestinya tetap ada perwakilan aksi kegiatan dari setiap urutan acara, dan biasanya diambil di awal urutan acara. Mereka baru sadar kalau ternyata ada orang yang sedang tampil membaca di depan mimbar, dan kemudian baru merekam lektor yang sedang membaca. Karena hal tersebut, maka kasus serupa untuk bacaan kedua tidak terjadi lagi.

Kedua, setelah bacaan kedua (akan mulai Alleluya) Romo berjalan ke arah mimbar untuk persiapan membaca Injil. Kamera video utama (yang dibantu dengan lighting) mulai merekam Romo terus menerus. Tidak lama kemudian mereka kebingungan sebab ada nyanyian Alleluya oleh solis laki-laki padahal Romo tidak tampak bernyanyi. Lalu tim video mulai mengubah arah kamera ke tempat koor (ke bagian depan koor). Tidak lama kemudian mereka kebingungan lagi sebab penyanyi solis ternyata tidak berhasil mereka rekam (mungkin mereka bingung tidak berhasil menemukan orang yang sedang bernyanyi sambil memegang microphone). Setelah celingukan sebentar, perekam video senyum-senyum malu sendiri karena solis ada di bagian belakang koor. Dan mereka pun pindah posisi merekam solis tersebut.

Ketiga, khotbah Romo justru hanya direkam sedikit sekali oleh kamera utama. Mudah-mudahan kamera yang lain sempat memberi kontribusinya, meskipun saya tidak terlalu yakin sebab pemegang kamera lainnya ada di belakang gereja. Justru khotbah Romo ini yang menurut saya bisa dijadikan salah satu acuan nasihat untuk mempelai ketika videonya diputar di kemudian hari.

Keempat, entah kenapa tiba-tiba pemegang lampu untuk lighting mungkin agak melamun sehingga tongkat lampu kemudian miring dan hampir jatuh. Padahal tongkat lampu dalam keadaan dipegang tangan. Untung tidak jatuh, tapi malah menabrak bagian depan mimbar. Gubrak..

Kelima, masih belum ada konsep yang baik tentang "clean area" atau area bersih shooting. Beberapa kali Pak Pur (sang fotografer) harus menyuruh perekam video untuk minggir ke arah lain karena area tersebut akan difoto. Hal itu terpaksa dilakukan Pak Pur karena perekam video sedang tidak mengambil gambar. Kalau sedang shooting sih nggak apa-apa. Tapi kalau pas nggak shooting ya sebaiknya langsung minggir dan harus berbagi area dengan yang lain.

Sementara itu untuk dokumentasi fotonya sendiri hanya ada tiga catatan:

Pertama, assisten Pak Pur yang memegangi lampu blitz tambahan, masih kurang bisa menyesuaikan Pak Pur. Beberapa kali pemegang lampu blitz harus disuruh kesana-kemari untuk mencari sudut yang pas untuk memotret. Dan Pak Pur tampak kurang senang dengan pola perpindahan si assisten.

Kedua, ketika ada salah satu keluarga mempelai yang juga ingin memotret, Pak Pur justru tetap mempersilakan untuk memotret, tentunya setelah beliau memotret. "Sebentar jangan bergerak dulu, ini adik kecilnya mau motret.. Ayo dek.."
Sebuah sikap bersahaja yang jarang saya temukan di situasi lain.

Ketiga, pendekatan Pak Pur memang sungguh bagus. Hal ini kemudian menyebabkan beliau dengan enaknya menyuruh orang untuk berpose begini begitu supaya hasil foto lebih bagus.

cbramono.net
..: Pak Pur Sedang Mengarahkan

Setelah misa di Gereja, dilanjutkan dengan resepsi di rumah lengkap dengan upacara adatnya.

Selesai itu kami hanya bisa tidur sampai langit gelap. Capek semua. Keesokan harinya masih ada resepsi di gedung mulai jam 10 sampai sekitar jam 13.
Dan kami pun harus segera pulang ke Yogya, tapi baru bisa berangkat jam 15 karena masih pada beres-beres dulu.

Sementara yang lain pada beres-beres, kami pun iseng foto-foto di depan rumah simbah he3...

cbramono.net
..: Onic Yang Mulai



cbramono.net
..: Kami Pun Ikutan...


Lihat foto-foto lain..


Romansa hari ini : Selamat menempuh baru untuk Mbak Tanti dan Mas Krisna

 
menurut mereka 

 tri..gitu
21 February 2008, 16:56

wei...nyampe blitar to...haruse...tlp aku...bisa rent car gratis kan..hehehe ...disebelah greja tuh sekolahku...kapan -kapan klo ke blitar calling me....tapi pas liburan ya..hehehe ...lama juga nda buka web ini....

 
 
nama
email
[tidak akan ditampilkan kembali]
website
komentar
boleh pake: Enter, <b>, <u>, <i>
karakter acak

AB3071MB

 

:: Pasca Wedding #3 (habis): Tetap Hunting / Pasca Wedding #2: Mengapa Tidak Saling Terbuka / Pasca Wedding #1: Pandangan Kami / Akhir Tahun 2007 (2): Maling di Kereta Eksekutif / Toko Barang Bekas / Lari Pagi Lagi / Pantai Depok / Simpang Jalan Pekerjaan / Valentine 2007 / Sehari Melepas Rutinitas / Soto Concat / Wisuda Aatha /

 
 
bram's menu
home
langkah harian
disisi aatha
berjuang hidup
lewat lensa
contact me
mengikat janji
my photos
 
se-kategori
. pasca wedding #3 (habis): tetap hunting
. pasca wedding #2: mengapa tidak saling terbuka
. pasca wedding #1: pandangan kami
. akhir tahun 2007 (3): di (dari) blitar
. akhir tahun 2007 (2): maling di kereta eksekutif
. toko barang bekas
. lari pagi lagi
. pantai depok
. simpang jalan pekerjaan
. valentine 2007
. sehari melepas rutinitas
. soto concat
. wisuda aatha